Chapter: 20

1060 Kata

Langkah kaki Seraphina meninggalkan jejak samar di pasir yang mulai mengering. Di tangannya, keranjang berisi ikan dari Pak Dani terasa agak berat. “Ikan segar begini enaknya dimasak apa, Nak?” tanya ibunya sambil tersenyum. “Boleh kita goreng saja, Bu. Lama sekali aku tidak memakan masakan Ibu.” Ibunya terkekeh. “Kalau begitu, malam ini kita goreng sebagian, sisanya Ibu bikin sup. Kau masih suka sup ikan, kan?” Seraphina mengangguk, tapi matanya sesekali melirik ke belakang. Sejak tadi ia merasa ada yang mengikuti. “Kau kenapa sering menoleh?” Ibunya heran. “Tidak, Bu. Cuma… rasanya seperti ada yang melihat dari jauh.” Ibunya berhenti berjalan. “Siapa? Ibu tidak melihat siapa-siapa.” Seraphina menarik napas pendek, mencoba menenangkan diri. “Mungkin cuma perasaanku.” Ibunya mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN