"Abang mau ke mana?" "Kok tumben pagi buta udah rapi?" Ah, iya ... Itu Mama Rahee. Perjalanan Sakha menuju pintu utama rumahnya kepergok mama. Yang jadi masalah bagi Rahee adalah: jam setengah enam begini putra sulungnya itu bangun juga paling jauh ke dapur, bikin kopi, terus masuk kandang lagi. Ngopi di kamar, atau duduk di ruang makan sambil menunggu bakwan matang. Nah, ini tumbenan. Sakha akan keluar rumah pagi-pagi kalau diajak joging sama Iyan atau disuruh keluar oleh Mr. Altarik. Secara gitu ya ... anak Rahee yang nomor wahid ini kan manusia goa. Goa versinya adalah kamar, yang dulu jadi ruang rahasia ilahi. "Mama tanya, Abang mau ke mana?" Yang Sakha jawab, "Rumah Naya." Oh ... wow. Abang mau ngapelin anak orang. Tahu ngapel? Yup, kencan. "Sepagi ini?" "Iya, mau sarap