Dokter menyatakan bahwa Sania sudah boleh pulang dengan catatan harus banyak istirahat untuk memulihkan keadaannya yang masih lemah. Hal itu tentu saja atas peran Tandean yang mendesak sang dokter karena sang wanita yang terus merengek ingin pulang dan bertemu anak mereka. Ketika tiba di rumah, Sania langsung memeluk dan menciumi anaknya dengan tangis yang berderai. Ia merasa sangat bodoh karena melakukan hal nekat yang tidak memikirkan nasib anaknya saat ditinggalkan oleh wanita itu. Ya, Sania akui ia begitu bodoh dan berpikiran sangat sempit sehingga akhirnya merugikan dirinya sendiri dan juga keluarganya. Padahal jika berpikir jernih maka bisa saja ia bertanya kepada kalian tentang kebenaran dari berita tersebut. Dirinya pernah terjun di dunia entertainment dan tahu betul betapa keja