Bab 74 Pulang

1112 Kata

Selvi menelan ludah. Ketakutan di dadanya belum hilang, tapi naluri bertahannya bekerja cepat. Panik tidak akan menyelamatkannya. Melawan Aiden sekarang juga bukan pilihan. Pria itu terlalu tenang dan terlalu siap. Ia memaksa napasnya stabil, lalu menyentuh tangan Aiden perlahan. “Aiden…” Nada suaranya berubah menjadi lebih lembut dan hangat, seperti dulu. Tatapan pria itu langsung melunak. Seolah sisi berbahaya tadi hanya ilusi. “Iya, Sayang?” sahutnya dengan senyuman. Selvi menatapnya dalam, membuat matanya sedikit berkaca. Sedikit lagi, mungkin dia akan menangis karena merasa dipermainkan. Namun, dia bertahan. Selvi tersenyum meski pipinya terasa kaku. Sorot mata Aiden menyipit, "Kamu takut padaku?" Ketajaman suara dan matanya menurun, berganti seperti anak anjing yang khawatir d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN