Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya. Setelah mengantar Ayu pulang dan memastikan istrinya masuk ke rumah dengan aman, Pramasta sebenarnya sudah berniat beristirahat. Tubuhnya lelah, pikirannya penuh. Namun telepon dari Dimas mengubah segalanya. “Selvi nggak ada di rumah. Ponselnya mati.” Hanya itu. Cukup untuk membuat Pramasta kembali memutar mobilnya, menuju rumah orang tuanya lagi malam itu. Ia tiba saat suasana sudah panas. Kedua orang tua Selvi terlihat akan meledak. Ayah mereka murka. Ibu mereka cemas. Dimas terlihat lebih tenang di luar — tapi Pramasta tahu, kakaknya sedang menahan badai di dalam. Mereka sempat berpikir mungkin Selvi diculik, tetapi kemungkinan itu menjadi kecil karena tidak ada tanda-tanda pemaksaan, kecuali anting yang jatuh dan CCTV yang kebetulan rus

