Dimas tidak pernah merasa waktu berjalan sepelan ini. Langkahnya mondar-mandir di ruang tamu seperti binatang terkurung. Ponsel di tangannya sudah panas karena berkali-kali dihubungi—polisi kenalan, satpam, sopir, bahkan teman-teman Selvi. Tidak ada hasil. Anting itu masih ada di genggamannya. Benda kecil itu terasa seperti bukti kejahatan. Dia menjadi semakin khawatir karena CCTV tidak berfungsi. Padahal, rekaman untuk pagi dan siang hari masih ada, tetapi di malam hari tiba-tiba tidak berfungsi seolah semua sudah direncanakan. Dimas menahan diri untuk tidak melaporkan ini ke polisi. Bagaimanapun, butuh proses setidaknya dua puluh empat jam sejak kehilangan untuk bisa melaporkannya. Namun, kegelisahan terus datang dan menyiksa semua orang. Pramasta dan Ayu sudah pulang. Dimas belum men

