Bab 22 Sambutan Hangat

1110 Kata

Pramasta berhenti. Benar-benar berhenti. Tangannya yang tadi menggenggam pinggang Ayu langsung mengendur, seolah refleks paling dasar dalam tubuhnya akhirnya menang. Perkataan Ayu membuat kesadarannya kembali dengan cepat. “Oh,” katanya singkat. Dua detik kemudian ia menjatuhkan diri ke samping Ayu, menatap langit-langit kamar dengan napas panjang. “Ini… bukan plot twist yang aku harapkan,” gumamnya. Ayu menoleh. “Kamu kecewa?” Pramasta meliriknya cepat. “Kecewa sama keadaan, bukan sama kamu.” Ia lalu menoleh lagi ke atas. “Tuhan timing-nya lucu banget, sih.” Ayu tertawa kecil, masih dengan jantung yang belum sepenuhnya tenang. Ia menarik selimut lebih tinggi, duduk bersandar di kepala ranjang. “Maaf,” katanya pelan. Pramasta menggeleng. “Hei.” Ia bangkit setengah duduk. “Aku masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN