Mobil Pramasta dan Dimas sudah lama menghilang dari balik gerbang, tapi Ayu masih berdiri di teras beberapa detik lebih lama. Angin pagi membawa sisa aroma hujan semalam. Udara lembap, dingin, dan sedikit menenangkan. Ia akhirnya berbalik masuk ke dalam rumah. Rumah besar itu mendadak terasa jauh lebih sunyi. Di ruang tamu, Selvi duduk di sofa dengan kedua tangan saling menggenggam. Bahunya sedikit tegang, matanya terlihat lelah. Sejak tadi ia hanya menatap kosong ke arah lantai marmer yang berkilau. Ayu memperhatikannya sebentar dari ambang pintu. Perempuan itu terlihat jauh berbeda dari Selvi yang dulu ia kenal—yang dingin, angkuh, dan selalu menjaga jarak. Sekarang Selvi terlihat… rapuh. Ayu berjalan mendekat dengan langkah pelan. “Kamu mau minum sesuatu?” tanyanya lembut. Selv

