Sore itu, Pramasta sedang duduk santai di ruang tamu sembari memikirkan banyak hal. Tak lama, dia melihat Ayu mengambil tas kerja dan menaruhnya di meja. Meski sudah diberi informasi kalau Ayu akan melakukan pekerjaan di luar puskesmas, karena dia sudah membuka klinik pribadi baru-baru ini, tetap saja, Pramasta menjadi khawatir. "Sayang," panggil Ayu karena Pramasta terlihat tidak mendengarkannya. "Ya?" sahut Pramasta cepat berusaha menyembunyikan fakta kalau dia sempat melamun. “Aku ada jadwal kontrol sore ini. Setelah itu mungkin mampir beli vitamin,” kata Ayu santai. Pramasta menatapnya beberapa detik lebih lama dari biasanya. “Ayu.” “Hm?” “Gimana kalau… aku beliin kamu mobil saja?” Ayu mengernyitkan keningnya. “Hah?” “Mobil lebih aman dari motor. Aku akan membelikan yang dile

