Hari yang sepi lagi, pikirnya setelah Selvi pergi. Aiden menatap ke seluruh ruangan di Villa. Villa itu besar, mewah, tapi terasa kosong seperti rumah contoh yang tidak pernah benar-benar dihuni. Semua bersih, rapi dan hampir tidak hidup. Tidak ada foto. Tidak ada kenangan. Tidak ada orang lain. Hanya satu kamar yang benar-benar digunakan. Ia pergi ke dapur. Makanan yang dibawa Selvi masih ada — hampir tidak tersentuh. Ia membuka kotaknya… menatapnya… lalu menutup lagi. Dia tidak nafsu makan. Ia hanya ingin Selvi. Aiden berjalan ke ruang kerja kecil di belakang villa. Ruangan itu berbeda. Dingin, minimalis dan penuh perangkat elektronik. Tiga monitor besar menyala. Grafik saham. Berita keuangan. Beberapa jendela chat terenkripsi. Ia duduk, langsung fokus. Dalam hitungan detik, ekspre

