Malam itu, cahaya lampu taman menyorot lembut halaman rumah. Suara gemericik air mancur bercampur dengan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Ruang makan sudah rapi dibersihkan, piring-piring sudah kembali ke dapur. Semua orang sepertinya sudah kembali ke kamar masing-masing. Ayu dan Pramasta berada di kamar lama Pramasta. Ada beberapa foto masa kecil suaminya. Ayu bahagia karena bisa melihat suaminya berambut pendek dengan wajah imut, bukan yang gondrong dengan wajah tengil seperti sekarang. Walau begitu, sejak dulu, Pramasta memang sudah sangat tampan. Ayu berdiri di dekat pintu beranda, menarik napas panjang, menikmati udara malam yang segar. Ia menatap keluar, melihat Selvi yang berdiri di sisi lain beranda, ponsel di tangan, tampak serius berbicara. Nada suara Selvi cukup rendah, tap

