Bab 54 Gigit aku!

1230 Kata

Sore itu, cahaya matahari senja menembus jendela dapur, memantul lembut di permukaan marmer yang mengkilap. Ayu sibuk di depan kompor, panci sup iga mengepul, aroma harum daging dan rempah-rempah memenuhi ruangan. Di sisi dapur, Pramasta duduk santai di kursi bar stool sambil menghadap ke meja dapur panjang, berbahan kayu antik, dengan lampu gantung tembaga tua yang memancarkan cahaya hangat ke permukaan marmer. Ayu menyukai suasana yang melankolis dan Pramasta memenuhinya. Pramasta menatap Ayu dengan senyum lembut, tangan menopang dagu. “Kamu selalu terlihat menakjubkan saat memasak,” ujarnya ringan, suaranya rendah tapi hangat. Senyumannya lebar dan terlihat manis. Rambut gondrongnya diikat kuat dengan beberapa helai lolos, tapi membuatnya semakin terlihat gentle. "Aku mencium bau ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN