Bab 99 Dimulai

1116 Kata

Aroma masakan akhirnya memenuhi seluruh rumah. Sup ayam yang hangat mengepul di dalam panci, tumisan sayur sederhana tersaji di mangkuk besar, dan telur dadar yang dipotong-potong rapi diletakkan di tengah meja makan. Ayu meletakkan sendok terakhir di meja, lalu menghela napas kecil. “Selesai.” Selvi yang berdiri di sampingnya menatap meja makan itu sejenak. Sederhana tapi terasa hangat. “Aku tidak menyangka kita benar-benar memasak sebanyak ini,” katanya sambil tertawa kecil. Ayu mengangkat bahu santai. “Kalau sudah mulai masak, biasanya memang kebablasan.” Mereka berdua membawa piring-piring itu ke meja makan. Di ruang tamu, Pramasta dan Dimas masih duduk sambil berbicara pelan. Namun percakapan mereka langsung berhenti ketika aroma masakan semakin kuat. Dimas menoleh ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN