Selvi menatap layar ponsel, jari-jarinya menahan getar halus saat membaca pesan itu. Sesaat, hatinya terasa ringan, tapi kemudian kekhawatiran baru muncul. Malam ini, Dimas akan menjemputnya untuk makan malam keluarga. Orang tua mereka menuntut agar hubungan itu tampak normal, meski mereka tahu kalau Selvi jelas tidak menyukai Dimas. Dimas juga sepertinya tidak mencintai Selvi sebesar dugaannya selama ini. Walau Selvi bisa melihatnya, tapi harga dirinya terluka. Selvi meletakkan ponsel, menatap gelap senja di luar jendela beranda rumah. Angin sore menyapu rambutnya yang tergerai rapi, dan suara burung yang hendak pulang ke sarangnya membuat hati Selvi sedikit berdebar. Ia ingin pergi, ingin menyusul Aiden, memastikan dia benar-benar aman, tapi langkahnya terasa berat. Setiap kali dia

