Bab 57. Balasan Untuk Lena

1817 Kata

Panik, Lena makin blingsatan mendapati Sifa yang tersenyum lepas di pintu sana. Senyum mencemooh yang membuatnya terhina di hadapan para musuhnya. Kalau tahu mereka merencanakan menggeruduknya begini, sudah pasti dia tidak akan gegabah datang kesini. Bertemu langsung dan bisa bertegur sapa dengan Aksa ibarat mimpi yang terwujud. Mengingat selama ini dia hanya bisa seperti orang tidak waras yang diam-diam mengutit, hanya demi memuaskan rindu terpendamnya. Namun, nyatanya setelah berhadapan langsung justru hinaan menyakitkan dia dapat. Dan itu seperti belum cukup mempermalukannya. Sekarang dokter bedah gila yang kelakuannya seperti psikopat merusak wajahnya itu juga datang menambah gaduh di ruang kerja Revan. “Sialan! Satpam di lobi sebenarnya becus kerja tidak?! Kenapa membiarkan mereka s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN