Kegilaan Macam Apa Ini?

1052 Kata
Ilsung menggenggam buku-buku jarinya. Rasanya dia jadi lelaki paling bodoh sekarang. Dia tidak bisa mencerna apa yang terjadi. Dia ingin marah, namun marah bukan hal yang Ilsung suka. Ilsung hampir tidak pernah marah dalam hidupnya meskipun dia kesal sekalipun. Lelaki itu sangat sabar hingga rasa-rasanya dia tidak punya emosi sekalipun. Ilsung melipat tangannya di depan d**a. Meski diam tapi Harin dan Tae Joon rasanya seperti disidang. Mereka merasa malu dan seperti tertangkap basar sekaligus. Sungguh ini konyol dan menggelikan. “Aku bisa jelaskan,” kata Harin. Ilsung melengos. Tanpa dijelaskan pun Ilsung akhirnya tahu hubungan antara mereka berdua, namun yang Ilsung tidak tahu kenapa mereka bersikap seperti itu dan merahasiakan hubungan mereka di depan Ilsung. Lelaki itu memijit pelipisnya. “Biar aku saja.” Tae Joon memberikan isyarat pada Harin agar dia saja yang menjelaskannya. “Apa ini semua butuh dijelaskan?” Ilsung tidak tahu harus bersikap bagaimana. Lima belas menit yang lalu harusnya Ilsung tetap duduk di sofa bukannya malah berjalan keluar gedung dan mencari keberadaan Harin dan Tae Joon. Lelaki itu takut jika Harin dan Tae Joon benar-benar baku hantam. Tapi rasanya aneh ketika Ilsung tidak mendapati pemandangan orang berantem di sekitar gedung. Bahkan tidak terdengar suara Harin maupun Tae Joon. Mana ada orang berantem diem-dieman. Ini aneh sekali. Ilsung berjalan ke samping gedung dan masuk dalam lorong-lorong yang sempit. Dia terus berjalan hingga akhirnya dia tahu penyebab dari semua keheningan ini. Sebuah kenyataan yang tak pernah Ilsung duga sebelumnya. Harin dan Tae Joon berciuman! Bukan berciuman lagi tapi seperti kekasih yang sudah terbiasa melakukan itu. Ilsung baru tahu bahwa sang kakak pandai berciuman. Lelaki itu kaget setengah mati. Dia bahkan harus menutup matanya ketika melihat pemandangan di depannya saat itu. “Aku dan Harin berpacaran,” kata Tae Joon dengan suara canggung. Lelaki itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ilsung tidak akan keberatan jika mereka menjalin hubungan tapi yang membuat Ilsung bingung kenapa mereka harus bersikap saling bermusuhan di depannya. “Lalu kenapa kalian bersikap seperti musuh di depanku?’ Kata Ilsung. Ini pertama kalinya Harin mendengar nada bicara Ilsung yang dingin. Mungkin karena dia begitu kesal kali ini hingga nada bicaranya terdengar menakutkan. “Semua orang tahu kami bermusuhan. Harin tidak mau orang-orang tahu kami akhirnya menjalin hubungan Ilsung. Kami baru berpacaran selama setahun—“ “Baru? Setahun?” Sindir Ilsung antara kaget dan juga tak percaya selama setahun Harin membodohi dirinya. Tae Joon menarik napasnya, “Aku tidak ingin merahasiakan darimu sebenarnya, namun Harin pikir kita harus merahasiakan ini. Dia ingin kamu masuk universitas dulu baru aku memberitahumu, aku tidak tahu kalau pada akhirnya kamu tahu hubungan kami dengan cara seperti ini,” sesal Tae Joon. “Ilsung, aku bukannya tidak mau memberitahumu. Tapi kau pasti akan meledekku terus-terusan jika tahu tentang ini, karena itu aku tidak memberitahu hubungan kami.” Kata Harin. “Eomma Appa tahu tentang ini?” Kata Ilsung.Harin mengangguk, “Kami makan bersama sebulan sekali dan mereka sudah menyetujui hubungan kami,” kata Harin. Ilsung benar-benar seperti orang bodoh sekarang. Pantas saja mama papanya makan malam di luar sebulan sekali tanpa Ilsung. Mereka bilang ingin menghabiskan waktu berduam tidak tahunya mereka melakukan ini di belakang Ilsung. Ilsung menarik napas dan menempelkan punggungnya di sofa. Kepalanya pening. Padahal jika Harin mengatakan bahwa dia menjalin hubungan dengan Tae Joon, Ilsung juga tidak akan keberatan. Tae Joon ganteng, meski agak menyebalkan namun dia kaya, Ilsung tidak perlu khawatir kakaknya akan kelaparan jika dia menikah dengan Tae Joon nanti. Namun Ilsung sedang kecewa sekarang. Bayangkan saja kakak yang dekat denganmu menyimpan satu rahasia bahagianya dan tidak mau membaginya denganmu. Bagi Ilsung, dia akan bahagia jika kakaknya berbagi momen bahagianya dengannya. Harin mencoba mendekati Ilsung, sebenarnya bukan style Harin untuk membujuk Ilsung namun dia merasa bersalah kali ini. “Ilsung-ah, Aku tahu kau marah tapi jangan seperti ini. Maafkan aku karena tidak bilang ini padamu, namun aku benar-benar tidak bermaksud menyembunyikannya selamanya,” kata Harin. Dia mengguncang-guncangkan tubuh Ilsung dan membujuk Ilsung untuk bicara dengannya. “Nuna, aku lelah sebaiknya Nuna pulang saja, aku ada latihan serius dengan Hyung,” kata Ilsung mendorong tubuh Harin untuk menjauh. “Hyung? Sejak kapan kau memanggilnya Hyung. Eh, tunggu sejak kapan kau belajar piano darinya?” Harin seperti menyadari sesuatu, sama dengan Ilsung yang kaget karena dia merahasiakan sesuatu darinya maka Harin juga begitu. “Apa itu jadi masalah? Bukannya sekarang Hyung sudah jadi pacarmu harusnya ini bukan masalah lagi kan?” kata Ilsung. Ilsung yang biasanya berpikir sedikit lambat mendadak bisa berpikir cepat, lelaki itu terlihat bangga bisa membalik ucapan Harin. “Sudahlah, Hyung ayo kita lanjut latihan,” kata Ilsung beranjak dari temapt duduknya. Kompetisi tinggal tiga hari lagi jadi Ilsung harus fokus. Lelaki itu berjalan ke arah piano, “Aku akan membujuknya, kau tenang saja,” gumam Tae Joon mencoba menenangkan Harin. Harin mengangguk. Aeyong berteriak dengan sangat kencang begitu memasuki rumah. “Do Yun, kau di mana?” panggilnya dengan tidak sabaran. Do Yun yang tengah mengerjakan tugas kuliahnya segera berlari ke depan karena panggilan Aeyong. “Ada apa Nuna?” Tanya Do Yun dengan wajah panik. Aeyong langsung menggeret Do Yun untuk duduk di sofa. Lelaki itu menunggu Aeyong untuk bicara. Dia takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Aeyong. Aeyong memindahkan tas ranselnya ke depan. Dia langsung mencari-cari ponsel yang dia taruh di dalamnya. Do yun mengamatinya dengan tatapan was-was. Begitu mendapatkan ponselnya Aeyong langsung membuka snsnya dan menunjukkannya pada Do Yun. Do Yun menatap ponsel Aeyong dengan tatapan tidak paham. “Ini apa, Nuna?” kata Do Yun tidak mengerti. Aeyong menarik kembali ponselnya dan kemudian tertawa, “Maaf salah,” bukannya menunjukkan postingan yang ingin dia tunjukkan pada Do Yun, perempuan itu malah menunjukkan sebuah gambar karikatur, “Nah ini,” kata Aeyong. Do Yun menyipitkan matanya mengamati gambar yang ada di i********: tersebut. Sebuah postingan tentang audisi personil band yang diadakan oleh MX Entertainment. Di dalamnya berisi informasi audisi dan juga beberapa syarat yang harus dipenuhi. “Kau harus ikut ini, aku rasa kau akan lolos audisi,” kata Aeyong. Do Yun menggeleng. Dia memang tidak tahu begitu banyak tentang dunia hiburan di Korea namun dia cukup tahu bahwa MX Entertainment adalah salah satu agensi besar di Korea dan sulit untuk lolos audisi di sana. Apa mungkin Do Yun yang gagal di audisi lolos menjadi personil band mereka? Sungguh tidak mungkin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN