“Kau tidak bisa memutuskannya begitu saja, Hwang. Kau lupa kalau di sini masih ada empat juri lainnya,” Tegur Exdo, dari kelima juri Exdo tampak pendiam dan serius dalam menilai. Dia tidak segan memberikan pujian dan juga kritik tajam jika peserta yang ada di hadapannya benar-benar tampil jelek.
“Sudahlah jangan bertengkar, lebih baik kita lihat dulu bagaimana penampilannya,” tukas Dreo mencoba menengahi. Dreo adalah produser musik yang telah memproduseri lagu yang bagus dari grup ternama di Korea. Kiprahnya bukan hanya di panggung Korea saja namun juga sudah sampai di mancanegara.
“Apa kau bisa bermain alat musik?’ Jennifer mengambil suara setelah perdebatan mereka reda. Ilsung semakin gugup ketika banyak kamera yang kini mengarah kepadanya. Bukan hanya itu para juri juga tampaknya serius dengan audisi kali ini. Kepercayaan diri Ilsung mendadak menurun. Tae Joon tampaknya berbohong padanya, dia bilang juri di audisi kali ini adalah mereka yang berusia paruh baya, namun juri yang di hadapannya tampak berbeda. Selain terlihat galak mereka juga terlihat sangat Fashionable.
Ilsung mendadak minder, dia datang kesini hanya mengenakan celana jeans, sepatu converse dan juga kaos lengan panjang yang membalut tubuhnya, berbeda dengan para peserta lain yang tampak berdandan bahkan ada yang menata rambutnya dengan berbagai gaya. Ilsung tampak natural dan apa adanya. Itulah salah satu poin penting yang disukai oleh Hani Lin. Dia suka kesederhanaan dan tampaknya Ilsung menarik perhatiannya sejak dia masuk kesini.
“Bisa, aku bisa bermain piano,” kata Ilsung.
“Heh? Piano? Dia pikir ini audisi untuk resital apa?” Celetuk Kim Hwang yang langsung mendapat pelototan dari Hani Lin. “Jangan mulai lagi deh,” katanya dengan nada tidak suka. Kim Hwang akhirnya memilih diam.
“Di sini tidak ada piano Ilsung, apa kau bisa bermain Keyboard?” Tanya Hani. Ilsung pernah belajar tentang Keyboard sedikit. Meski dia tidak mahir memainkannya namun dia akan berusaha, “Aku akan mencobanya,” tukas Ilsung. Lelaki itu berjalan ke arah keyboard setelah para juri mempersilakannya untuk menunjukkan bakatnya.
Kim Hwang tampak serius mengamati Ilsung, dalam hatinya dia sudah memutuskan untuk mengeliminasi Ilsung, namun dirinya penasaran bakat seperti apa yang dimilikinya sampai dia berani ke sini tanpa persiapan sedikit pun.
“Ilsung bisakah kau melihat kamera?” sela Dreo. Ilsung tampak bengong dan tak paham. Ada begitu banyak kamera di depannya bahkan dia tidak tahu bagaimana cara membedakan kamera yang sedang menyala, “Aku tidak tahu harus melihat kemana,” kata Ilsung dengan jujur. Hani tersenyum. Perempuan itu benar-benar terpikat dengan kejujuran Ilsung. Lelaki itu bahkan tak segan untuk mengungkapkan keinginannya. Hani pun memberitahu tentang cara kerja kamera kepada Ilsung secara singkat, setelah cukup mengerti Ilsung akhirnya bisa fokus memandang kamera secara bergantian.
“Sepertinya kau menyukainya, Hani,” tegur Jennifer melihat Hani yang tersenyum melihat kepolosan Ilsung. “Dia menggemaskan, aku suka, sepertinya dia akan lolos audisi ini,” kata Hani dengan yakin.
“Bagaimana kau bisa seyakin itu. Kau tidak lihat bagaimana Hwang memandangnya? Dia seolah ingin mengusirnya sekarang juga,” kata Jennifer. Ilsung tengah sibuk mengatur keyboard di depan sana. Mereka memberikan waktu satu menit bagi Ilsung untuk bersiap, sementara itu para juri tampak bergosip tentangnya.
Hani melirik ke arah Hwang. Kim Hwang memang sangat ketat kalau bicara tentang musik. Dia bisa sangat keras kepada semua peserta didik tapi sekali dia tertarik akan musik seseorang, dia akan membicarakannya sepanjang waktu. Sulit untuk menaklukan hati seorang Kim Hwang namun bukan berarti itu mustahil. Hani bisa melihat Hwang cukup tertarik pada Ilsung, jika tidak mana mungkin dia mengamati setiap detail gerakannya seperti itu.
“Aku yakin dia pasti akan berubah pikiran,” kata Hani dengan penuh percaya diri. Jennifer tampak tersenyum, “Kita lihat saja nanti,” gumamnya merasa tidak yakin.
“Baiklah aku siap,” kata Ilsung memberitahu para juri. Mereka tampak was-was menanti lagu apa yang akan dibawakan oleh Ilsung. Kebanyakan para peserta audisi membawakan lagu-lagu dari band-band korea, ada juga yang memilih lagu dari band barat, Hwang merasa penasaran lagu apa yang akan dia mainkan.
“Aku akan membawakan sebuah lagu yang berjudul My Grown Up Christmas List,” gumam Ilsung dengan pelafalannya yang sedikit belepotan. Kening Hwang langsung berkerut begitu Ilsung menyebutkan judul lagu yang akan dia nyanyikan, “Apa dia sedang bercanda sekarang?” Teriaknya tidak terima. Jennifer menarik lengan Hwang untuk duduk kembali. Lelaki itu terlihat semakin marah.
“Bisa tidak kau bersikap tenang, Hwang.” Kali ini Dreo yang menegur Hwang. Hwang cukup sungkan dengan Dreo. Lelaki itu tidak banyak bicara dan sekalinya membuka mulut berarti Hwang memang benar-benar keterlaluan.
Dentingan nada yang dimainkan oleh Ilsung terdengar dengan lembut. Para juri tampak serius menantikan Ilsung mengawali lagu yang dimainkannya.
Baru baris pertama lagu My Grown Up Christmast List dimainkan, Hani Lin langsung berdiri dari tempat duduknya. “Memang aku tidak salah menilai bakat seseorang bukan?” Kata hani dengan perasaan bangga. Ilsung tampak tenang memainkan keyboard di depan sana. Tangannya benar-benar lincah pindah dari satu tuts ke tuts yang lainnya.
“Wah daebak, aku benar-benar tak percaya. Kau lihat? Aku merinding sekarang,” Jennifer menunjukan tangannya yang meriniding kepada Hani. Sementar itu dua juri yang lain tampak serius menilai Ilsung. Ilsung harus mendapatkan 3 suara juri jika ingin lolos audisi. Hani bisa menebak Jennifer pasti akan meloloskannya. Sementara tiga lainnya Hani tidak tahu mana yang akan memihak Ilsung dan menolaknya. Ilsung mengakhiri permainannya sambil menarik napas lega. Lelaki itu kembali berdiri di hadapan juri. Dia menunggu keputusan juri yang sedang berdiskusi. Ilsung berharap dia bisa lolos audisi kali ini.
“Aku Yes,” gumam Hani langsung mengangkat papan berwarna hijau yang menandakan bahwa dia setuju meloloskan Ilsung. Kini giliran Exdo yang memberikan suaranya, “I am so sorry, aku harus bilang No. Dia tidak cocok dengan genre yang kita cari,” kata Exdo singkat, padat dan cukup menyakitkan. Selanjutnya giliran Dreo yang duduk di tengah. Lelaki itu mengangkat papan berwarna merah. Dia tak banyak bicara hanya satu kalimat yang terlontar dari bibirnya, “Kamu masih belum menemukan kepercayaan dirimu,” kata Dreo yang cukup menohok. Selanjutnya Jennifer, perempuan itu langsung mengangkat papan hijau.
Nyawa Ilsung seperti berada di tangan Kim Hwang sekarang. Dia sudah cukup pesimis bahwa kali ini dia gagal jadi Ilsung memilih menunduk daripada menyaksikan pilihan Kim Hwang. “Are you serious?”
“Heol aku tak percaya. Tidak ada yang menyangka bahwa lelaki itu akan mengangkat papan hijau dan meloloskan audisi. “Ilsung selamat kau lolos audisi menjadi member band MX Entertainment.”
Ilsung mendongak dengan tatapan linglung. “MX Entertainment? Bukankah ini audisi resital piano?”
“Kau bilang apa Ilsung? Apa kau tidak membaca tulisan yang ada di belakangmu.” Kaki Ilsung langsung lemas. Dia tidak menyangka bahwa dirinya salah audisi hari ini dan malah lolos audisi di salah satu agensi hiburan terbesar di korea. Bagaimana ini?