66. Tragedi

1044 Kata

Jani mungkin tahu kalau akhirnya memang akan ada pertumpahan darah seperti ini. Hanya saja, Jani tidak tahu kalau yang ditakutinya lah yang menjadi kenyataan. Mungkin Pak Hutomo ingin membuat Jani gila lagi sehingga dia bebas menyelamatkan anaknya sendiri. Benar-benar definisi orang berkuasa yang kejam dan tidak punya hati. Soal Jani menyumpahkan ataupun mendoakan Pak Hutomo yang jelek-jelek saat itu, dia sebenarnya tidak bermaksud demikian. Dia hanya mencoba menyadarkan pria paruh baya itu yang berakhir sia-sia. Jani jelas mengingat kalau dirinya mengatakan Rania tidak akan bisa hidup bahagia kalau hidup dalam kepalsuan. Dan sekarang, di detik Panji menutup jalan peluru itu di depan matanya sendiri, Jani tahu kalau semarah ataupun sekecewa apapun dia pada seseorang yang menyakitinya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN