Jani sudah berdadan, Andra juga sudah siap. Mereka terlihat cocok sekali kalau diminta berdampingan. Atau mau sekalian saja mereka dinikahkan di sini, biar tidak perlu menunggu lama lagi. Mereka sudah melewati banyak hal yang sudah dilabeli kalau mereka pantas untuk bahagia bersama. “Jan, nanti di dalem jangan main jauh-jauh. Atau kalau perlu jangan lepas dari aku. Awas ya kalau ilang lagi.” Andra yang tengah membenarkan sedikit kerah jasnya hanya memeringati seperti biasa. Jangan sampai kalau Jani kenapa-napa. Dia tentu khawatir kalau Pak Hutomo sampai menyusul mereka di sini. Bisa jadi kan, Pak Hutomo mengirim orang dan memerintahnya untuk mengeksekusi Jani hingga tinggal nama? Andra tidak mau itu sampai terjadi. Bersamaan dengan Andra yang sudah selesai dan tinggal menuju ballroom h