Saran?

1005 Kata

"Ngapain kamu? Jangan mendekat!" Reza panik saat aku makin mendekat. "Sudah aku bilang, hanya memastikan saja. Kenapa selang infusnya tertutup baju panjang?" "Masa kamu curiga sih?" tanya Reza lagi. "Jelas dong, Anda beberapa kali menyimpan rahasia yang tak terduga. Bisa jadi kan sekarang juga Anda berbohong?" "Eh, ngapain kamu?" Reza hendak menahan tanganku. Sret! "Aduh!" Reza memekik pelan saat aku memaksa memegang lengannya. "Ini asli?" Aku bengong saat melihat jarum infusan memang benar-benar terpasang. "Ck, kamu pikir apaan? Aku udah bilang, aku sakit. Kamu malah gak percaya." "Tapi kenapa Anda tidak terlihat sakit sama sekali?" tanyaku heran. Iya, pagi tadi saja masih terlihat bugar kok. Malah makan omelet buatanku dengan sangat lahap. Aneh kan? "Memangnya aku harus terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN