"Kenapa? Kamu mau pura-pura kaget dengan kehadiranku? Bukannya kamu yang dengan sengaja menghubungiku, hah?" Reza nampak sangat marah. Hei, aku baru ingat sekarang! Sesaat sebelum ke rumah sakit, aku memencet tombol panggilan darurat! Jangan bilang kalau nomor yang terhubung adalah nomornya Reza? "Bagaimana kamu bisa tahu aku ada di sini?" tanyaku bingung. "Kamu tidak perlu tahu. Yang jelas, sekarang aku makin yakin kalian berencana untuk menghancurkan aku. Dasar w************n!" Rama langsung berdiri. Aku jelas kaget. Tatapan Rama sangat tajam dipenuhi dengan amarah. Lalu.... Bugh! Bugh! "Hei! Berhenti!" Aku memekik kaget saat tiba-tiba Rama menghujani wajah Reza dengan pukulan tangannya. Saat Rama hendak menyerang lagi, tiba-tiba seseorang masuk dan menahan tangan Rama. "Anda ma

