Salah Lagi!

1009 Kata

Keringat dingin mulai bercucuran. Sumpah, ini sangat sakit. Apa aku akan mati sekarang? Rasanya sakit di perutku seperti tanpa ujung. Dengan terpaksa aku mencoba berdiri dan berjalan terseok-seok menuju pintu. Apa tidak satu orang pun di komplek ini? Aku benar-benar tidak tahan lagi. Akhirnya aku duduk lemas di depan pintu rumah sewaku. "Nak Sesil? Ya ampun, kamu kenapa, Nak?" Bu Dewi, wanita lima puluh tahunan yang menjadi tetanggaku kaget melihatku duduk lemas sambil memegang perut. "Sakit, Bu!" rintihku. Lalu ada cairan hangat yang perlahan keluar hingga ke kaki. Apa aku buang air kecil? Kenapa sulit ditahan? "Ya ampun, Nak! Kamu pendarahan! Ayo, kita ke rumah sakit sekarang!" Bu Dewi nampak panik. Ia merogoh sakunya dan nampak menelpon seseorang. Sepertinya minta bantuan. "Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN