Aku tidak tahu berapa lama aku menangis di mobil Syamsul. Pria berbadan tinggi ini sangat sabar menungguku. Bahkan dia memberiku tisu hingga habis ku pakai untuk melap air mata dan ingusku. "Sudah puas nangisnya?" tanya Syamsul saat tangisanku mulai mereda. "Hm, makasih ya atas tumpangannya!" ucapku. Sesekali masih ada sisa isakan yang keluar dari mulutku. "Oh ya, tadi aku dengar kamu memaki Reza. Apa kamu pacarnya Reza?" tanya Syamsul. "Bukan. Aku hanya kesal saja sama dia. Kamu benar, dia playboy sialan yang sangat angkuh." "Haha, ternyata kamu korban Reza ya? Sialan, temanku yang satu itu masih saja banyak penggemar. Kamu jangan sedih. Reza memang begitu. Sejak aku kenal dia, ada banyak wanita patah hati karena cintanya ditolak Reza." Aku diam. Bodo amat lah, mau banyak mantan kek

