Horor!

1040 Kata

Saat Igo mulai menjauh. Pikiranku sedikit terpengaruh. "Igo, tunggu!" Aku memanggilnya setelah menerima pesanan makan siangku. Pria itu berhenti berjalan dan berbalik menatapku. "Ada apa? Mau makan bareng?" tanyanya dengan nada bercanda. "Tidak juga. Aku hanya ...." Aih, masa aku harus bilang jika aku penasaran dengan kondisi Reza sih? Ya jujur saja, saat mendengar kata-kata Igo tentang pria itu, aku sedikit agak khawatir. Eh, bukan. Aku gak khawatir kok, hanya penasaran saja. Apa benar Reza separah itu? "Hanya apa? Mau traktir aku? Boleh saja. Aku dengar kamu sudah kerja lagi sekarang." Igo nampak santai dan menunjuk baju yang kupakai saat ini. "Kamu tahu sendiri aku dan Reza kemungkinan besar sebentar lagi berpisah. Jadi aku harus mandiri secara finansial." jawabku. Igo nampak terk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN