Daka memutuskan untuk bermalam di kediaman orangtuanya. Ia berbaring di tempat tidurnya yang memang selalu bersih. Bibik di rumahnya memang rajin membersihkan kamarnya. Mama memasang foto foto karyanya di ruangan. Ada fotonya ketika manggung pertama kali di salah satu stadion terbesar di ibukota. Mama dan papanya memang sengaja menonton. Saat itu, menjadi konser besar yang berbayar dan sold out. Siapa yang menyangka Langit Senja akan menjadi sebesar sekarang? Daka memejamkan mata mengingat perjalanan karirnya. Untung saja, papa dan mama mendukungku. Aku tidak tahu bagaimana rasanya tanpa kehadiran mereka dalam setiap fase hiduku.. Mereka seperti atap rumah yang melindungiku dengan segenap jiwa dan raga. Lalu, Mila hadir dalam hidupku.. Dia seperti pilar yang menguatkanku.

