Keduanya saling bertatapan dalam gelapnya bioskop. Tapi mata mereka dengan jelas melihat satu sama lain. Naya lalu meremas lengan Indi. "Aku..." ucap Naya dengan gugup. Indi membalas dengan meremas lengan Naya. Ia menggigit bibirnya dan tersenyum. "I-itu ciuman pertamaku.." Indi menunduk malu. Naya membelai rambut Indi dengan lembut, "Kita keluar saja. Besok besok bisa menonton lagi." "I-iya," Indi mengangguk. Naya menggenggam tangan Indi dan bergerak keluar dari studio bioskop tersebut. Keduanya berjalan menuju parkiran mobil sambil terus berpegangan tangan. "Kamu.. Mmm.. Tidak apa apa?" Naya bertanya. "A-aku melakukannya tanpa izin." Indi menggeleng sambil menahan senyum, "Ti-tidak apa apa." Naya menggenggam tangan Indi dengan erat. Mereka terus berjalan hingga tiba

