HILANG DITELAN BUMI

1039 Kata

Jani menatap keduanya dengan ekspresi tidak suka. "Kalian sebut namaku..." Jani lalu memberikan gestur menarik garis mendatar di lehernya sebagai tanda kekesalannya. Jehan menatapnya tidak suka, "Aku tidak bicara jelek." "Mulutmu yang jelek," Jani menatapnya dengan kesal. "Otomatis, apapun yang keluar dari mulutmu itu tidak bagus." Runa hanya bisa diam karena tahu Jani tidak akan tergoyahkan. Jehan bangkit dari kursinya, "Kamu memang trouble maker. Aku tidak mengerti apa yang Asya lihat dari dirimu." "Hanya orang orang dengan pikiran positif yang akan melihat hal positif, paham?" Jani menekuk kedua tangannya di pinggang. "Jangan sekali sekali lagi sebut namaku atau Asya dengan mulutmu," Jani menatap Jehan. "Atau dengan mulutmu," Ia lalu menoleh ke arah Olin. Olin dan Jehan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN