Bab 34

1838 Kata

    Kupandangi foto berbingkai hitam yang tergantung di tembok ruang tengah. Foto berukuran besar itu tampak menonjol di ruang ini. Empat orang di sana tengah tersenyum ke arah kamera. Mereka terlihat bahagia. Itu adalah foto keluargaku. Aku berdiri di sebelah Revan. Papa dan Tante Dewi duduk di depan kami. Terakhir kali aku di sini, foto itu belum terpasang.     “Neng Lula,” panggil suara dari arah pintu yang mengarah ke ruang makan. Aku menoleh ke sumber suara dan mendapati Bi Surti tengah berjalan mendekat ke arahku.     “Hai Bi,” sapaku tersenyum kecil.     “Bibi nggak tau kalau Neng Lula pulang. Udah dari tadi, Neng?” tanya Bi Surti kepadaku.     Aku menggeleng. “Baru aja sampai kok, Bi. Papa di rumah?” tanyaku.     “Bapak masih di luar kota. Mungkin nanti malam sudah sampai ruma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN