Bab 35

1533 Kata

    “Rev,” panggilku seraya menopang daguku dengan sebelah tanganku. Kepalaku menoleh ke arah Revan yang dari tadi sibuk dengan ponsel di tangannya. “Revan,” panggilku lagi.     Revan mengangkat alisnya menjawab panggilanku. Tapi matanya masih terpaku pada layar ponsel yang menampilkan sebuah game yang tengah ia mainkan.     “Udah jam empat,” kataku seraya melirik jam yang berada di dinding belakang Revan, “kurang lima menit.”     Revan hanya bergumam tak jelas, masih fokus dengan game yang ia mainkan.     “Lo bilang disuruh jemput ke restoran jam empat,” ucapku lagi.     “Kan masih kurang lima menit,” sahutnya tak acuh.     Aku hanya geleng-geleng kepala. Terserah sajalah. Toh kalau Tante Dewi marah, Revan juga yang kena.     Tadi siang Revan cerita bahwa nanti jam empat Mamanya mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN