Bab 32

1137 Kata

    “Ayunan di halaman belakang rumah lo masih ada?” tanya Azel menoleh ke arahku.     Aku menggeleng. “Udah rusak. Gara-gara dibuat gelantungan Revan yang segede kingkong,” jawabku seraya membayangkan dua buah ayunan yang dulu pernah ada di halaman belakang rumahku. Dulu aku dan Azel sering main di sana.     Sekarang kami sedang berada di taman kampus. Tadi setelah pulang dari kafe, aku pamit untuk ke kampus karena harus bertemu dengan Winni. Dan karena Winni ngaret, akhirnya Azel menemaniku di sini sampai Winni datang.     “Sayang banget,” balasnya.     “Mau minta dipasang ayunan lagi tapi nanti paling juga dirusak lagi sama Reva,” kataku mengingat kelakuan Revan yang terlalu aktif.      “Dia jahatin lo terus, ya?” Azel tampak penasaran.     Aku menggelengkan kepala. “Nggak jahat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN