Ikuti aja alurnya. yang penting happy end. * * Sultan, Pangeran, Seno dan Dina berada diruang dokter Yusuf—dokter yang menangani Yuna sejak awal masuk. “Bagaimana perkembangannya, dok?” tanya Seno yang juga mengkhawatirkan keadaan Yuna. Dokter menautakan tangan, bertumpu dimeja depan dengan senyum ramah. “Pelan-pelan, pak. Pasti bisa sembuh kok.” Jawaban dari dokter Yusuf membuat hati mereka sekeluarga sangat lega. Terutama Dina yang paling kepikiran dibandingkan Pangeran yang tentu belum berfikir ditahap keturunan. Lobang aja belom pernah liat. Yang lobang asli maksudnya, kalo yang gambar mah ... udah katam. “Kalau traumanya ... kira-kira gimana, dok?” tanya Seno lagi. “Harus sangat pelan, pak. Dia mengalami depresi yang menumpuk. Lebih baik, menjauh untuk sementara waktu. Biarkan