Tiga hari berlalu. “Ran, lo dah sadar?” seru Sultan yang baru aja masuk keruang rawat. Kemarin, setelah Pangeran mampu melewati masa kritis, dokter memindahkan Pangeran dari ruang ICU. Keadaannya sudah makin mambaik, dan tinggal pemulihan. Pangeran menatap Sultan, lalu menatap ke sekeliling. Menyadari jika dirinya ada di rumah sakit. “Aagghh ....” lirihnya, menggeram tertahan dengan tangan yang memegangi kepala. Kepalanya masih dibalut perban, karna luka jahit di kedua pelipis belum kering, ditambah ada banyak luka pukul yang membuat kepalanya mengalami luka dalam. “Aaggh ....” kini meraba kedua bahu yang sama diperban juga. Merem dalam, membuang nafas panjang untuk mereda sakit disekujur tubuh. Sultan berjalan mendekat, menekan tombol darurat diatas ranjang pesakitan. “Yuna mana