Eps 44

1711 Kata

Keputusan Yuna nggak bisa lagi diubah. Pak Seno memutuskan untuk menuruti kemauan anak mantunya. Dia tak ingin keadaan mental Yuna semakin sakit lagi. Lukanya memang tak terlihat, tapi ini lebih parah dari luka yang didapat Pangeran atau pun Awan. Pagi menjelang siang, Bik Sari dan Pak Abe udah ada diruang rawat Yuna. Mereka berdua akan pergi mengawal Yuna dan tinggal di Jogja menemaninya. Papa tak akan mungkin melepaskan Yuna sendirian begitu saja. Dengan wajah masih sedikit pucat, Yuna membenarkan rambut yang diikat kuda. Meraih jaket yang diulurkan oleh bibik. Lalu memakainya. Setelah siap, Yuna keluar dari ruangan, bareng bik Sari. Tubuhnya sedikit bergetar saat kaki mulai melangkah keluar dari ruang rawat yang ia huni hampir sebulan ini. Melirik papa, mama, Sultan, Pangeran, Awan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN