Siang itu kelas terasa lebih penuh dari biasanya. Udara di dalam ruangan agak pengap karena pendingin ruangan tidak terlalu dingin, sementara mahasiswa duduk rapat memenuhi bangku. Dosen di depan menjelaskan materi dengan suara stabil, sesekali menulis poin penting di papan tulis. Vania duduk di baris tengah. Buku catatannya terbuka, pena di tangannya bergerak pelan mengikuti penjelasan. Awalnya semua terasa normal. Ia bahkan sempat menjawab satu pertanyaan dengan cukup lancar. Lalu tiba-tiba bau spidol dari papan tulis terasa jauh lebih tajam dari sebelumnya. Ia berhenti menulis. Perutnya bergejolak. Rasa mual datang cepat, tidak seperti biasanya yang pelan-pelan. Kali ini langsung menusuk, membuat tenggorokannya terasa pahit. Vania mencoba menahan. Menarik napas pelan. Fokus pada s

