Lampu-lampu kristal di ballroom hotel itu berkilauan terang. Musik lembut mengalun di latar, sementara para tamu yang datang dengan pakaian formal berjalan santai sambil membawa gelas minuman. Suasana pesta rekan bisnis malam itu terlihat elegan, penuh senyum sopan, dan percakapan yang terdengar ringan. Di salah satu sudut ruangan, Joana berdiri dengan gaun hitam yang menonjolkan bentuk tubuhnya. Tangannya memegang gelas wine, matanya menyapu seluruh ruangan dengan penuh perhitungan. Ia tidak datang tanpa tujuan. Sejak diusir dari rumah Jevan, kepalanya tidak pernah berhenti memikirkan bagaimana cara masuk kembali ke dalam kehidupan lelaki itu. Dan malam ini… ia melihat kesempatan. Matanya tiba-tiba berhenti pada pintu masuk ballroom. Jevan. Lelaki itu masuk dengan langkah tenang s

