Bab 70

2315 Kata

Jevan melayang ke dalam kedalaman mata Vania, iris gelapnya memantulkan cahaya redup dari lampu samping ranjang. Jemarinya yang panjang, hangat, menyusuri garis rahang Vania, merasakan kehalubsan kulitnya, detak nadi yang samar di bawah sentuhannya. Sebuah tarikan napas tertahan keluar dari bibir Jevan, matanya tak lepas dari bibir penuh Vania yang sedikit terbuka, mengundang. "Kau tahu betapa aku menginginkanmu?" suara Jevan berbisik, serak, hampir tak terdengar di antara keheningan kamar. Ibu jarinya berhenti di lekukan bibir bawah Vania, mengusapnya perlahan. Vania hanya mengangguk, matanya berkilat basah, penuh gairah yang sama, tangannya yang dingin kini melingkar di leher Jevan, menariknya mendekat. Aroma melati dari rambut Vania menyelimuti Jevan, memabukkan. Jevan memejamkan mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN