Siang hari di rumah itu kembali terasa jauh lebih tenang setelah kejadian dengan Joana malam sebelumnya. Matahari masuk melalui jendela besar ruang keluarga, membuat ruangan terasa hangat. Di sofa panjang dekat jendela, Vania duduk bersandar dengan bantal kecil di punggungnya. Perutnya jyang sudah besar terlihat jelas dibalik gaun rumah yang longgar. Di depannya, Jelita duduk di karpet sambil memainkan ponselnya. Awalnya suasana sangat biasa. Namun entah bagaimana percakapan mereka berubah menjadi sesuatu yang benar-benar konyol. “Lalu kamu tahu apa yang dia lakukan?” kata Jelita sambil menahan tawa. “Apa?” tanya Vania penasaran. “Dia jatuh dari kursi.” Vania langsung tertawa kecil. “Serius?” “Iya.” “Kenapa?” “Karena dia terlalu sok keren.” Jelita kemudian menirukan cara temann

