Bab 73

855 Kata

Pagi itu rumah masih sunyi ketika Vania keluar dari kamar. Rambutnya dibiarkan tergerai asal, kaus lengan panjang dan celana rumah jadi pilihannya. Langkahnya ringan, sudah hafal ritme pagi di rumah ini. Biasanya, jam segini dapur kosong, hanya ada aroma sisa malam dan suara kulkas yang berdengung pelan. Ia sudah membayangkan akan membuat sarapan sederhana, mungkin telur dadar atau nasi goreng cepat, lalu membangunkan Jelita seperti biasa. Namun begitu kakinya menginjak dapur, Vania langsung berhenti. Ada seseorang di sana. Jelita. Bukan sekadar berdiri atau mengambil minum, tapi benar-benar sedang memasak. Kompor menyala, wajan sudah panas, dan aroma bawang putih tumis mulai memenuhi ruangan. Jelita mengenakan celemek yang entah dari mana asalnya, rambutnya diikat asal tapi rapi. Pema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN