Pagi itu rumah belum sepenuhnya terbangun ketika Vania sudah duduk di tepi ranjang sambil mencoba memakai sepatu flat favoritnya. Ia berhenti. Sepatu itu tidak muat. Ia menarik napas pelan, mencoba lagi. Tetap tidak bisa. Kakinya terlihat lebih penuh dari biasanya. Pergelangan yang kemarin hanya terasa pegal kini tampak jelas sedikit membengkak. Vania mengerutkan kening. “Ini biasa,” gumamnya pada diri sendiri. “Ibu hamil memang begitu.” Ia berdiri perlahan, mencoba berjalan beberapa langkah di kamar. Ada rasa berat yang tidak menyakitkan, tapi cukup mengganggu. Pintu kamar mandi terbuka. Jevan keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia langsung berhenti ketika melihat Vania berdiri dengan ekspresi tidak biasa. “Kamu kenapa?” tanyanya cepat. “Tidak apa-apa.” Jawaban

