Bab 115

3036 Kata

Siang itu udara kompleks terasa lengang. Matahari tidak terlalu terik, angin bergerak pelan membawa aroma daun dan tanah yang baru saja disiram. Beberapa ibu-ibu terlihat duduk di teras rumah masing-masing, mengobrol pelan sambil mengupas sayur. Anak-anak kecil bermain sepeda di ujung jalan. Di salah satu sudut kompleks, berdiri pohon mangga yang terkenal seantero RT. Pohonnya tinggi, daunnya lebat, dan yang paling menyebalkan—mangganya sedang ranum, hijau muda dengan semburat kuning tipis di beberapa sisi. Pohon itu milik Pak RT. Dan Pak RT dikenal bukan karena kebaikannya berbagi hasil kebun, melainkan karena wajahnya yang selalu tegang setiap kali ada anak kecil mendekat ke pagar rumahnya. Vania berdiri di balik tembok samping rumahnya sendiri, mengintip ke arah pohon mangga itu den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN