Malam turun perlahan di rumah itu, membawa udara yang sedikit lebih sejuk. Lampu ruang keluarga menyala terang, memantulkan cahaya hangat ke meja panjang yang kini penuh oleh buku, laptop, kertas catatan, dan beberapa stabilo warna-warni yang berserakan tanpa pola. Jelita duduk bersila di lantai, punggungnya bersandar pada sofa. Laptopnya terbuka, layar dipenuhi dokumen yang belum selesai. Rambutnya diikat asal, wajahnya terlihat lelah meski ia berusaha tetap fokus. Di seberangnya, Vania duduk di kursi dengan bantal kecil menopang punggungnya. Perutnya yang memasuki bulan kelima semakin jelas terlihat. Tangannya memegang pulpen, mencoret-coret catatan di buku tebal sambil sesekali menatap layar laptopnya dengan mata yang mulai terasa berat. Suasana tidak sunyi. Ada suara ketikan, ada he

