Matahari pagi menyusup perlahan melalui tirai kamar utama rumah itu. Udara terasa lebih ringan dibanding beberapa minggu terakhir yang penuh tekanan. Sejak kasus Devan bergulir ke ranah hukum, rumah itu seperti diselimuti ketegangan tak kasat mata. Vania berusaha tegar, Jevan berusaha kuat, dan Jelita—gadis yang tumbuh menjadi dewasa jauh lebih cepat dari usianya—menjadi penyeimbang yang tidak banyak bicara, tetapi selalu hadir. Jevan berdiri di depan jendela, menatap halaman depan yang masih basah oleh embun. Pikirannya sebenarnya tidak pernah benar-benar tenang. Ia tahu kepubtusan untuk tidak menghadiri sidang Devan akan menuai banyak komentar. Ada yang menyebut mereka tidak berperasaan. Ada yang mengatakan mereka terlalu tega. Namun Jevan tahu, jika ia dan Vania memaksakan diri hadir,

