Akhirnya persembunyian Devan tidak bertahan lama. Setelah beberapa hari berpindah-pindah tempat, tidur di kontrakan teman, mematikan ponsel, dan hidup dalam rasa gelisah yang terus menghantui, polisi berhasil melacak keberadaannya dari rekaman CCTV serta keterangan saksi yang semhakin mengerucut. Sore itu, ketika Devan baru saja keluar dari sebuah warung kecil di pinggir jalan dengan topi menutupi sebagian wajahnya, dua mobil berhenti mendadak di depannya. Beberapa petugas turun dengan langkah tegas. Devan membeku sesaat, lalu refleks mundur satu langkah. “Saudara Devan?” tanya salah satu petugas. Devan langsung menggeleng keras. “Bukan. Salah orang.” Namun wajahnya sudah dikenali. Ketika petugas mendekat untuk memastikan identitas, Devan panik dan berusaha lari. Ia tidak sempat jauh.

