Bab 111

2750 Kata

Sore itu Vania memutuskan keluar sebentar ke minimarket dekat rumah. Cemilan di rumah hampir habis, dan entah kenapa ia ingin sesuatu yang manis dan asin sekaligus. Ia mengenakan dress longgar dan sandal datar, rambutnya diikat sederhana. Langkahnya santai saat mendorong troli kecil melewati rak makanan ringan. Ia berhenti cukup lama di depan cokelat, lalu pindah ke bagian biskuit. Tidak ada firasat buruk. Tidak ada tanda apa pun. Sampai ia merasakan seseorang berdiri terlalu dekat di depannya. Vania mendongak. Dan jantungnya langsung seperti berhenti sesaat. Devan. Wajah itu tidak banyak berubah. Masih sama seperti dulu, hanya lebih keras. Tatapannya tajam, senyumnya tipis dan tidak bersahabat. “Lama tidak ketemu,” katanya dengan nada sinis. Vania refleks mundur setengah langkah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN