Sore itu Vania terbangun perlahan dari tidurnya di atas karpet tebal. Matanya masih berat, rambutnya sedikit berantakan, dan beberapa detik ia terlihat bingung berada di lantai, bukan di kamar. Lalu ia melihat Jevan duduk di sampingnya. Refleks, tanpa berpikir panjang, Vania langsung bergeser mendekat dan memeluk lengan suaminya erat. Jevan yang sedang menatap ponsel hampir menjatuhkannya. “Kamu sudah bangun?” tanyanya lembut. Vania tidak menjawab. Ia justru menyandarkan pipinya ke lengan Jevan seperti anak kecil yang takut ditinggal. “Ada apa?” tanya Jevan lagi, kali ini sambil mengusap rambutnya. “Aku tidak mau kamu ke mana-mana,” gumam Vania pelan. Jevan tersenyum kecil. “Papa cuma duduk di sini.” “Jangan pergi.” “Ke mana?” “Ke mana pun.” Jevan melirik Jelita yang duduk di k

