Akhirnya Vania benar-benar tidak sanggup lagi. Walau Jevan sudah berdiri tegas di sisinya, walau beberapa orang mulai bersikap lebih sopan setelah tahu statusnya, suasana pesta itu tetap terasa asing. Terlalu banyak mata. Terlalu banyak bisikan. Terlalu banyak senyum yang tidak selalu tulus. “Kita pulang,” bisik Vania pelan ketika Jevan kembali dari percakapan terakhirnya. Jevan menatapnya, membaca kelelahan di wajah istrinya. “Sekarang?” Vania mengangguk kecil. “Aku tidak nyaman lagi.” Tidak ada debat. Tidak ada alasan tambahan. Jevan langsung berpamitan pada tuan rumah dengan sopan dan singkat. Dalam waktu sepuluh menit, mereka sudah berjalan keluar dari restoran mewah itu, meninggalkan lampu kristal dan suara gelas yang beradu. Udara malam terasa jauh lebih segar. Begitu masuk

