Mobil hitam Joana masih terparkir tidak jauh dari gerbang rumah Jevan. Kaca mobilnya sedikit terbuka, cukup untuk membuat udara pagi masuk. Ia duduk di kursi pengemudi dengan kacamata hitam besar menutupi sebagian wajahnya. Dari posisi ibtu, ia bisa melihat jelas halaman rumah yang tadi baru saja ia tinggalkan. Beberapa menit kemudian, gerbang rumah itu terbuka. Mobil Jevan keluar dari halaman. Joana memperhatikan dengan mata tajam. Mobil itu berhenti sebentar di depan gerbang sebelum akhirnya melaju keluar kompleks menuju jalan utama. Jevan duduk di kursi pengemudi, wajahnya terlihat serius seperti biasa, fokus ke jalan tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan. Begitu mobil itu menghilang di tikungan jalan kompleks, bibir Joana perlahan melengkung. Sen

