Gery kesal sekali karena dering ponselnya tak juga mau berhenti. Siapa lagi jika bukan Gelia si penelpon yang sejujurnya enggan sekali untuk Gery angkat. Namun, bukan Gelia namanya jika menyerah begitu saja sebelum panggilannya terjawab. Dengan kasar Gery menjawab panggilan telepon itu sembari berjalan menuju mobil yang masih terparkir di area khusus direksi. "Halo, Gelia! Jangan terus-menerus meneleponku. Aku masih di jalan. Kau yang sabar sedikit bisa kan!" teriak Gery dengan sedikit bentakan agar Gelia tidak lagi membuat masalah dengannya. Bukannya takut, Gelia masih berani menjawab. "Aku sudah sepuluh menit menunggumu di tempat kita janjian. Tapi kamunya nggak datang-datang," jawab Gelia tak kalah kesalnya. Wanita itu paling anti jika Gery mengabaikannya. Maunya Gelia, jika mereka su