Tidak banyak kata yang keluar dari mulut Gama. Namun, sebagai perwujudan rasa senang dan bahagia, pemuda itu tak lepas memberikan senyuman hingga makanan dan minumannya telah habis. Membawa Gendis keluar dari dalam cafe dan dengan memberanikan diri, Gama meraih tangan Gendis ketika berjalan menuju parkiran. Untuk pertama kalinya Gama berani menyentuh tangan Gendis. Merasa tidak mendapatkan penolakan, pria itu semakin berani menggenggam. Rasanya hangat dan jantungnya tiba-tiba saja berpacu cepat. Ini bukan pertama kalinya bagi Gama menggandeng tangan wanita. Tapi entah kenapa jatuh cinta pada Gendis rasanya berbeda. Dalam hati Gama bersorak kegirangan. Setidaknya dia lebih maju selangkah terdepan daripada Gery tentunya. Lihat saja, Gama akan tunjukkan pada Gery bahwa dialah pemenang dalam