“Baiklah, saya mengerti. Terima kasih ya.” Rendi beberapa kali mengangguk, gerakan yang spontan lantaran menanggapi panggilan masuk yang barusan ia akhiri. Senyumnya mengembang penuh, setidaknya ia mendapatkan kabar bahagia yang membuat hatinya bersemangat menjalani hari baru ini. Menunggu waktu satu hari yang dijanjikan Kirana saja sudah meresahkannya, sepanjang hari kemarin bahkan hingga beranjak tidur pun, Rendi tak hentinya memikirkan tentang pertemuan yang Kirana janjikan. Senyum manisnya mengembang, ia berjalan cepat menuju kamar mandi, hendak membersihkan diri dengan mandi dan menyiapkan diri setampan mungkin demi menemui Kirana. Tak ia sangka diam-diam Kirana sudah bertindak dan memperhitungkan dirinya. Panggilan telpon barusan dari pihak managemen yang merekrut dirinya sebagai man

